WANITA ISLAM MITHALIYYAH

Oleh AINUL HULSAINI
29-Jul-2003 15:27:47
Ustadz Abdul Ghani Shamsuddin

Rasulullah SAW bersabda : "Empat perkara dari kebahagiaan (yang memba-
hagiakan) adalah : wanita (isteri) yang saleh, tempat tinggal yang
lapang, tetangga yang saleh dan kendaraan yang baik. Sedang empat perkara
dari nasib malang adalah : tetangga yang jahat, wanita (isteri) yang buruk
(perangainya), kendaraan (yang sering) rusak dan tempat penginapan yang
sempit." Dan dalam sabda beliau yang lain :"Dunia semuanya adalah
perhiasan, sebaik-baik perhiasan adalah wanita (isteri) yang saleh."

Bagi seorang pemuda Islam, wanita Islam mithaliyyah adalah merupakan
impiannya. Ia bercita-cita untuk mendapatkan seorang suri rumahtangga -yang
kalau bisa - mempunyai empat ciri, yaitu cantik rupawan, hartawan, bangsawan
dan berpegang teguh dengan ajaran agama. Tetapi angan-angan ini jarang dapat
terlaksana, sebab wanita yang memenuhi empat ciri ini terlalu sukar untuk di-
temui.

Seorang
www.myjodoh.net
pemuda akan menyia-nyiakan umurnya sampai tua untuk mencari
Kibrit Al Ahmar seperti ini. Tidak ada pilihan melainkan terpaksa tunduk pada
reality. Rasulullah SAW menganjurkan agar dalam memilih jodoh, dipilih wanita
yang Zatu Addin yang berpegang teguh kepada agama. Inilah yang bisa membawa
berkah kepada seseorang lelaki.

Rasulullah SAW bersabda : "Dunia ini semuanya perhiasan. Sebaik-baik
perhiasan dunia ini adalah wanita (isteri) yang saleh." Beliau
menerangkan lagi dalam sabdanya : "Wanita dinikahi karena empat perkara :
karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena
agamanya, maka pilihlah yang (kuat) beragama niscaya kamu beruntung."

Arahan Rasulullah SAW ini menunjukkan bahwa mithaliyyah yang dimaksud-
kan ialah wujudnya sifat-sifat yang terpuji dan mulia dari sudut
pandangan Islam dalam diri wanita yang bersangkutan. Ciri-ciri keunggulan
itu dinilai dan diukur dengan kriteria Islam atau Islamic World View yang
selaras dengan nas-nas syara'.

Memang kesempurnaan pribadi Insan Kamil seperti Rasulullah SAW itu
suatu yang sukar atau mustahil dicapai. Akan tetapi tingkat yang paling
hampir mendekati kesempurnaan mungkin bisa menjadi target bagi insan.



Jln capai takwa mujahadah(lawan nafsu),jaga k'bersihan hati(jgn mkn byk,m'baca al-quran)dan bersih kan hati dari nafsu.

 

webmaster@mymasjid.net.my