Risalah Fikir (291) Apa Hukumnya Menjadi Ma'muum Kepada Imam Yang Mengambil Wang Renten Atau Ribaa ?

Oleh Ustaz Jalil
29-Jul-2002 02:51:29

Risalah (soal-jawab) berikut , antara lain menjelaskan pertanyaan di atas.--------------------------------------------------------------------

PERTANYAAN 155:

Orang yg mengambil wang renten atau riba, bolehkah dia menjadi imam solatatau khotib pada Solat Jum'at? Bagaimana hukumnya ?

JAWABAN 155:

Riba adalah terbilang daripada akbarul-kabair. Dosa yg paling besar adalahmenyekutui Allah swt, kemudian membunuh jiwa yg diharamkan Allah membunuhnyakecuali dengan jalan haq, kemudian berzina, kemudian riba. Dan riba ia ini tidakhalal dalam syari'at yang mana pun, sebagaimana mafhum firman Allah swt dalamSuratunnisa`/dalam menghikayatkan penyelewengan orang-orang Yahudi : ayat 16 (mafhumnya):

DAN MENGAMBIL MEREKA AKAN RIBA, PADA HAL TELAH DICEGAH MEREKA ITU DARIPADANYA.

Orang yang makan riba dengan sengaja dan yang memberi makan riba, penulisriba, dan saksi riba dla'nat Allah swt sebagai mana tersebut dalam Hadits yangdiriwayatkan dari Ibnu Mas'ud (mafhumnya)

www.myjodoh.net
:

BAHWA NABI SAW MENGUTUK ORANG YANG MAKAN RIBA, YANG MEMBERI RIBA, DUA SAKSIRIBA DAN PENULIS RIBA . (Riwayat Al-Khomsah).

Dan diriwayatkan dari Abdullah bin Handzalah, berkata ia : Telah bersabdaRasulullah saw (mafhumnya) :

SATU DIRHAM RIBA YANG DIMAKAN OLEH SESEORANG LAKI-LAKI PADAHAL DIKETAHUINYAADALAH LEBIH BERAT DARI PADA TIGA PULUH ENAM KALI BERZINA .(HR. Ahmad).

Para pendengar yang budiman, khususnya sdr penanya yaitu sdr. Mohd ThahirThaifien. Dengan keterangan-keterangan tersebut dapatlah diketahui bahwa orangyang mengambil uang riba adalah MELAKUKAN DOSA BESAR DAN DENGAN SEBANYA IAMENJADI FASIQ.

HUKUM MENGIKUT DALAM SEMBAHYANG KEPADA ORANG YANG FASIQ ADALAH MAKRUH. BAHKANADA QAUL YANG TIDAK MENSHAHKAN PERIKUTAN KEPADA ORANG YANG FASIQ DAN AHLI BID'AH.KETERANGANNYA SEBAGAIMANA TERSEBUT DALAM KITAB FATHUL MU'IN, pada hamisyI'anatutthalibin juz ke II, halaman 47 sebagai berikut (mafhumnya) :

DAN DIMAKRUHKAN MENGIKUT DENGAN ORANG FASIQ, DAN AHLI BID'AH SEPERTI KAUMRAFIDLI, YAITU ORANG YANG MENGATAKAN BAHWA SAYYIDINA ALI KW. DIPERINTAH OLEHNABI MENJADI KHALIFAH, DAN BAHWA DIA LEBIH UTAMA MENJABAT KHALIFAH PERTAMA DARIPADA LAINNYA. DAN WALAUPUN, TIDAK DIDAPATKAN ORANG LAIN KECUALI KEDUANYA SELAMATIDAK KHAWATIR SUATU FITNAH. DAN KATA QIEL : TIDAK SAH MENGIKUT KEDUANYA !

Para pendengar yang budiman, khususnya sdr. penanya, yaitu yth. Mohd ThahirThaifien. Demikianlah jawaban kami atas masalah anda, semoga anda telah dapatmemahaminya. Wallahul Muwaffiq.

-----------------------------------------------------------------------------

Begitulah petikan drp TAUDHIIHUL-ADILLAH, Oleh : Syeikh K.H.M. Syafi'i Al-Hadzmi,seorang 'aalim yang sangat kuat berpegang dengan Madzhab Syaafi'ii. Beliauadalah yang membawakan Syi'ar Islam dalam Radio Cenderawasih, Indonesia. Soaljawab beliau boleh didapati dalam buku tersebut keluaran Victory Agencie, P.O.Box No. 12359, 50776 Kuala Lumpur / 18, Jalan Kovil Hilir, 51100 Kuala Lumpur.

Daripada keterang As-Syeikh tersebut Jelas sekali akan kedudukan imaam yangfaasiq, atau menjadi ma'muum kepada imaam yg faasiq.

Timbul persoalan......

Mengikut pengalaman saya yang cetek ini, banyak surau2 di taman perumahanyang pernah saya diami, tidak kurang imaam2nya dilantik daripada mereka yangterlibat dengan wang riba (khasnya dalam pembelian rumah dan kenderaan secarakonvensional)(malah ramai yg berebut2 nak jadi imaam walhal diri sendiriterjebak dgn amalan ribaa,tidak ada rasa takut atau segan silu lagi). Danperkara ini pada 'amnya dianggap remeh oleh masyarakat sekeliling. Walhalmengikut keterangan syari'at di atas, berimaamkan orang yg faasiq adalah makruh(di sisi Madzhab Syaafi'ii), malah ada qaul yg mengatakan tidak sah solat kita.Berhubung dgn perkara yang tersangat penting ini, adakah kita akan terusmenganggap perkara ini sebagai remeh ? Walhal melibatkan kedudukan solat kitadisisi Allaah swt ? Atau apakah masyarakat sekarang (ya'nii kita semua)telahterperangkap ? Atau bagaimana ? Atau, sememangnya kita ini adalah para faasiqiin(orang2 faasiq) sehinggakan terlalu penuh terjebak dalam kancah kefasiqan makaterlupa (atau sengaja melupakan) untuk cuba benar2 memahami akan perkara ini dgnsaksama ? Atau bagaimana ? Apa kata para netters yg budiman lagi bijaksana ?

Semoga mutu dan kehalusan dalam solat kita terus meningkat hari demi hari...Semoga kita sama2 mengambil i'tibaar... Walloohu A'lam. Wassalaamu'alaikum wrb.,Alfaqiiru ilallooh.

 

webmaster@mymasjid.net.my